Kapten Nigeria Senang Disebut Tim Kuda Hitam di Piala Dunia 2018

Dibandingkan negara-negara lain, Nigeria kurang diunggulkan di Piala Dunia 2018. Di fase grup misalnya, orang lebih menyebut nama Argentina. Dibanding Nigeria, Argentina dihuni sederet pemain bintang seperti Lionel Messi, Angel Di Maria, Paulo Dybala hingga Sergio Aguero.

Meski kurang diunggulkan, kubu Nigeris justru senang. Hal ini diakui oleh sang kapten, John Obi Mikel. Menurut mantan pemain Chelsea itu, timnya senang disebut sebagai kuda hitam karena membuat mereka bisa bermain lepas tanpa beban. Apalagi Nigeria kali ini dihuni oleh sejumlah pemain muda yang minim jam terbang internasional.

“Kami sangat senang saat orang-orang tidak membicarakan tentang kami, dan kami senang untuk bisa menjadi tim kuda hitam. Hal itu bisa mengangkat beban dari pundak para pemain muda kami, dan kami akan datang ke Piala Dunia dengan sikap rendah hati, dan itu adalah hal baik untuk kami,” beber Mikel.

Selain materi pemain yang tidak terlalu mumpuni, peringkat nasional FIFA negara ini pun berada di belakang negara-negara lain di Grup D. Nigeria saat ini berada di peringkat 47 dunia. Sementara Argentina berada di peringkat kelima, Kroasia berada di rangking ke-18, dan Islandia di urutan ke-22.

Walau demikian, Mikel yakin timnya mampu membuat kejutan. Bermaterikan pemain senior dan junior, tim berjuluk Elang Super itu mampu merepotkan para unggulan. Menurut Mikel di lapangan hijau segala sesuatu bisa saja terjadi. Hasil akhir tidak semata-mata ditentukan oleh peringkat dunia.

“Sepak bola itu dimainkan di lapangan, dan bukan berdasarkan peringkat atau permutasi,” lanjutnya.

Lebih lanjut pemain yang kini bermain di Liga Super China bersama Tianjin Teda mengatakan kombinasi senior dan junior di timnya mampu menciptakan keseimbangan untuk bersaing dengan tim-tim unggulan. Para pemain muda mendapat suntikan semangat dari para pemain senior.

“Kami memiliki skuad yang memadukan para pemain berpengalaman dengan para pemain muda. Kami akan bermain dengan tanpa rasa takut, dan penuh dengan rasa semangat,” sambungnya.

Pemain yang kini berusia 34 tahun itu tidak mematok target tinggi bagi timnya. Hal terpenting bagi Nigeria adalah mampu membentuk tim untuk meraih prestasi di masa mendatang.

“Di Piala Dunia, target kami adalah untuk bisa terus mengembangkan permainan kami sebagai tim. Dan setelahnya, kami akan terus mencoba berjuang di kompetisi tersebut,” pungkasnya.

Nigeria akan menjalani dua laga uji coba sebelum terbang ke Rusia, tempat event empat tahunan itu digelar sejak 14 Juni hingga 15 Juli mendatang. Uji coba pertama digelar pada 2 Juni menghadapi Inggris. Empat hari kemudian Obi Mikel dan kawan-kawan akan menantang Ceko.

Sementara pertandingan pertama Nigeria di Piala Dunia pada 17 Juni di Kaliningrad menghadapi Kroasia. Di laga kedua mereka akan menghadapi Islandia, sebelum menantang favorit juara, Argentina pada 27 Juni di St.Petersburg.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *