Rusia Ancam Cabut Lisensi Media Inggris di Piala Dunia 2018

Rusia Ancam Cabut Lisensi Media Inggris di Piala Dunia 2018

Hubungan Rusia dan Inggris sedang memanas. Tewasnya agen mata-mata ganda Sergei Skripai dan anaknya di Salisbury, Inggris, beberapa waktu lalu menjadi sebab. Pihak Inggris menyebut Rusia berada di balik tewasnya agen berusia 66 tahun yang sebelumnya menjadi agen Rusia sebelum membelot ke Inggris itu.

Buntut dari hubungan yang memanas itu menjalar pula pada sepak bola, terutama menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2018 di Rusia pada Juni hingga Juli nanti. Pihak Inggris pun menunjukkan sikap dengan mengancam akan membekukan hak siar media Rusia Today di Inggris.

Ancaman tersebut langsung dibalas oleh Rusia. Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia mengancam akan mencabut izin media-media Inggris yang akan meliput event akbar empat tahunan tersebut. Dengan demikian tidak ada satu pun media Inggris yang akan berada di Rusia untuk meliput seluruh pertandingan secara langsung.

Ancaman tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova beberapa waktu lalu. “Saya bisa katakan kepada anda sekarang bahwa tak satu pun media Inggris akan bekerja di negara kami jika mereka menutup RT (Rusia Today),” tegas Zakharova.

Sementara itu pihak Inggris pun mengatakan bahwa tidak ada keluarga kerajaan atau petinggi negara yang akan menyaksikan pertandingan secara langsung. Hal ini sebagai bentuk kekecewaan atas sikap Rusia di balik pembunuhan agen tersebut.

Seperti dikatakan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, tidak ada orang penting dari Inggris yang akan berada di stadion-stadion di Rusia. Menurut May, pemerintah Rusia bersalah atas percobaan pembunuhan tersebut.

“Tak akan ada kehadiran dari Kementerian ataupun anggota keluarga kerajaan di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. Pemerintah Rusia bersalah atas percobaan pembunuhan itu,” beber May.

Dengan demikian sederet orang penting yang menduduki jabatan penting di Federasi Sepak Bola Inggris (FA) pun akan absen. Salah satunya adalah Pangeran William yang menjabat sebagai FA. Tidak hanya Pangeran William, petinggi FA lainnya pun tidak akan berangkat ke Rusia.

“Saya yakin mereka akan mempertimbangkan posisi mereka. Kehadiran di sebuah perhelatan adalah masalah bagi pihak penyelenggara, itu urusan mereka,” beber May.

Sejauh ini Inggris belum mengambil langkah lanjutan. Muncul desakan agar tim nasional Inggris juga memboikot Piala Dunia 2018 atau dengan kata lain memilih tidak berangkat dan bertanding di Rusia.  Pihak FA dalam pernyataan resminya mengatakan masih berkomunikasi dengan pemerintah Britania dan para pihak terkait sebelum mengambil langkah lanjutan. Hal yang dipertimbangkan adalah keamanan para pemain, pendukung dan para staf yang akan berangkat ke Rusia.

“Prioritas kami untuk seluruh pertandingan Inggris adalah memastikan keamanan bagi fan, pemain, dan para staf,” tulis pernyataan resmi FA.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *